07 April 2010

GURU PENUMBUH BANGSA

07 April 2010
Pada edisi 4 april 2010, adalah liputan langsung dari kota kembang bandung dengan para guru super Indonesia. Banyak pelajaran juga dari tokoh2 lainnya seperti Kang Marius Widyarto (Kang Wiwid/Pemilik C59) dan Pak Dr Didi Tarsidi (Penyandang Tuna Netra/Dosen Pascasarjana UPI).

Guru adalah sosok pribadi yang membantu saudaranya tanpa embel-embel pangkat ataupun jabatan, guru bisa kita jadikan kakak, adik, orang tua bahkan teman kita sendiri. namun terkadang Terkadang kita hanya memerankan guru di sekolah sebagai guru biasa bukan guru yang dicerminkan di atas. dimana pengertian adalah ilmunya kehidupan.
 
Kita yakin bahwa tuhan adalah maha kaya, namun kenapa kita harus menakar permintaan kita kepada sang maha kaya tersebut, rencana adalah kemaun kita untuk mencapainya, Kebanyakan orang membutuhkan jaminan untuk tidak gagal dalam mewujudkan usaha-usahanya. Ironisnya jika disurvey, sebagian besar diantara kita, jika dijamin oleh Tuhan tidak akan gagal, namun kita tidak tahu mau melakukan apa.

Mario Teguh mengatakan bahwa jika kita ingin belajar maka mulailah mengajar. kita semua adalah guru yang mengemban tugas sebagi penumbuh bangsa, maka kita sendiri harus menjadi teladan yang baik bagi mereka  yang mempunyai keinginan besar. Mario Teguh juga mendefinisikan bahwa guru yang baik ialah mereka yang "Good Nature", yang dia bisa tersenyum dengan ramah sabar menghadapi muridnya, dengan catatan hal tersebut adalah alamiahnya.
 
Dalam akhir acara tersebut mario teguh menyampaikan pesannya, sebagai berikut :
"Pesan untuk para guru muda, jadilah guru yang profesional, yang mencintai profesi ini. jangan menjadikan profesi ini menjadi sampingan, supaya kelak anda menjadi guru teladan bagi penumbuh bangsa ini.
 Kita harus menyadari bahwa tidak sedikit dari mereka (yang dibilang cacat itu) menaruhnya dengan benar sekali, bahwa tuna netra atau cacat lain yang disandang secara fisik, itu tidak boleh disikapi sebagai kekurangan. Tetapi disikapi oleh sikap lain yang ‘unfortuned’.
 Kita jangan membuang tenaga kita pada kekurangan-kekurangan yang kita alamai, tapi coba salurkan pada yang lebih positif. Sehingga para guru penumbuh bangsa ini berlomba, bukan untuk menjadi yang paling kaya, yang paling luas tanahnya, atau yang paling terkenal. Mereka berlomba untuk membuat murid-muridnya mencintai kehidupan mereka.
Maka marilah kita teruskan peran guru-guru kita yang telah menjadikan diri kita seperti hari ini, dengan sikap pribadi yang memajukan kebaikan bagi orang lain."


4 coment:

Salon Oyah mengatakan...

Nice info, sob... dgn kata lain 'Ketika Memberi, Menerima' ... okelah kalaw begituw... lanjuuuuuttt dan tetap semangadtttssszzzzz...

Fahmi M Nur Ibrahim mengatakan...

sip... makasih, itu adalah tugas kuliah saya di MK BLS, tapi di upload ke blog, hee :)

Soumboy mengatakan...

mantep gan...
:)


seharusnya emang gtu.
Artikelmu bermanfaat buatq.






GO FREEDOM...!!!

tiwi mengatakan...

luar biasa...pesan pak Mario Teguh ya...posting yg bgs teman...,tq

Poskan Komentar